Pengembangan Konten YouTube Marketing pada Usaha Kreasi Kayu IMMUX

Karina Auliasari(1), Mariza Kertaningtyas(2), Diah Willis Lestarining Basuki(3), Muhammad Al Biruni(4),
(1) Institut Teknologi Nasional Malang  Indonesia
(2) Institut Teknologi Nasional Malang  Indonesia
(3) Institut Teknologi Nasional Malang  Indonesia
(4) Institut Teknologi Nasional Malang  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2022 Karina Auliasari, Mariza Kertaningtyas, Diah Willis Lestarining Basuki, Muhammad Al Biruni

DOI : https://doi.org/10.24036/sb.02700

Full Text:    Language : id

Abstract


Terbatasnya durasi konten video pada Instagram dan IGTV membuat Bapak Imam tidak bisa terlebih dahulu mengevaluasi video yang direkam dan menambahkan logo usahanya pada video proses pembuatan produk usaha kayu KREASI IMMUX. Solusi yang diberikan tim pelaksana pengabdian untuk menyelesaikan masalah keterbatasan penggunaan Instagram dalam mengeksplorasi dan mengelola konten video melalui pendekatan YouTube marketing untuk mengoptimalkan platform media YouTube. Dari hasil pelaksanaan program pengabdian memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi mitra dalam hal ini Bapak Imam terkait dengan YouTube Marketing dan memaksimalkan cara pembuatan konten video YouTube sebagai usaha promosi produk. Dari hasil evaluasi konten video YouTube IMMUX memperlihatkan bahwa di bulan Juni tahun 2022 penonton konten video jumlahnya bertambah. Meski jumlah komentar pada kolom komentar belum ramai, Bapak Imam mampu memanfaatkan fitur baru YouTube yaitu short untuk membuat video pendek yang menurut beliau sangat praktis karena mirip dengan pembuatan konten video pada Instagram.

Keywords


Usaha Kayu, Usaha Kecil Menengah, Digital Marketing, YouTube

References


Anugrah, R. J. (2020). “Efektifitas penerapan strategi online marketing oleh umkm dalam masa pembatasan sosial berskala besar (psbb) corona virus disease 2019 (covid-19)”, MANOVA, 2(2), 55–65.

Auliasari K., Kertaningtyas M., Willis D. (2021). “Penerapan Model AIDA pada Pembuatan Konten Digital Marketing Kreasi Kayu IMMUX”. Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 21, no. 3, pp. 341–349, 2021, doi: 10.24036/sb.01730.

Chadha, R. (2018), “Marketers think YouTube, Facebook are most effective video ad platforms (Surprise!)” EMarketer. https://www.emarketer.com/content/marketers-think-youtube-facebook-the-most-effectivevideo-ad-platforms-surprise?ecid=NL1002.

Chaffey, D., & Patron, M. (2012), “From web analytics to digital marketing optimization: Increasing the commercial value of digital analytics”, Journal of Direct, Data and Digital Marketing Practice, 14(1), 30–45.

Duffett, R. G., Edu, T., & Negricea, I. C. (2019), “YouTube marketing communication demographic and usage variables influence on Gen Y’s cognitive attitudes in South Africa and Romania”, Electronic Journal of Information Systems in Developing Countries, 85, March,1–13.

Global Media Insight. (2022, Apr) YouTube User Statistic 2022 [online]. Available: https://www.globalmediainsight.com/blog/youtube-users-statistics/.

Katadata. (2021, Jan) 94% Orang Indonesia Akses YouTube dalam Satu Bulan Terakhir [online]. Available: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/02/17/94-orang-indonesia-akses-youtube-dalam-satu-bulan-terakhir.

Rodriguez, P. R. (2017), “Effectiveness of YouTube advertising: A study of audience analysis”, In RIT Scholar Works. http://scholarworks.rit.edu/theses IEEE Transl. J. Magn. Japan, vol. 2, pp. 740–741, August 1987 [Digests 9th Annual Conf. Magnetics Japan, p. 301, 1982].

SI Wu. (2006), “The impact of feeling, judgment and attitude on purchase intention as online advertising performance measure”, Journal of International Marketing & Marketing Research, 31 (2), 89–108.

Statista. (2019), Number of YouTube users worldwide from 2016 to 2021 (in billions) [online], Available: https://www.statista.com/statistics/805656/number-youtube-viewersworldwide/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Karina Auliasari, Mariza Kertaningtyas, Diah Willis Lestarining Basuki, Muhammad Al Biruni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.