Abstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi kepada para guru sekolah dasar Indonesia Interaktif Standard School (IISS) Malang dalam memanfaatkan teknolog imersif, yaitu Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR), untuk medukung pembelajaran inovatif. Urgensi kegiatan ini berawal dari adanya kesenjangan pemahaman teknologi antara guru sebagai digital immigrant dan siswa sebagai digital native, yang berpotensi menghambat optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi digital. Kegiatan ini dilakukan melalui program sosialisasi, pelatihan tentang konsep Metaverse dan teknologi imersif, seminar interaktif, demonstrasi, simulasi, dan praktik terbimbing, dengan evaluasi berdasarkan observasi dan diskusi reflektif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman konseptual guru dan kesiapan awal untuk memadukan teknologi imersif ke dalam ruang kelas. Guru menunjukkan keterlibatan yang baik dan kemampuan untuk merancang skenario pembelajaran imersif berbasis teknologi yang sesuai untuk pendidikan dasar. Dukungan yang kuat dari manajemen sekolah berkontribusi pada keberlanjutan program. Program ini diharapkan berperan sebagai model awal bagi perpaduan teknologi imersif yang kontekstual dan berlanjut pada tingkat pendidikan dasar.