Abstract
Pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu upaya strategis dalam membantu masyarakat bangkit dan pulih pascadampak COVID-19. Kelompok ekonomi kreatif Jorong Tabek yang tergabung dalam Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan salah satu komunitas terdampak dalam menggerakkan dan mempromosikan usaha ekonominya. Mitra belum memiliki kemasan produk dan souvenir (handicrafts) khas Tabek, serta promosi yang dilakukan belum mendapat sentuhan teknologi sehingga daya saing produk masih rendah, padahal produk olahan yang dihasilkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Program pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Padang memberikan solusi berupa pendampingan dan pelatihan desain grafis serta digital printing untuk menghasilkan label kemasan dan media promosi yang menarik. Metode pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan blended learning yang terdiri atas tahapan perancangan program sesuai kebutuhan mitra, pelatihan daring melalui Zoom, dan pelatihan luring berupa praktik langsung desain kemasan serta sablon digital. Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta dari 8 kelompok usaha dengan produk unggulan seperti gula aren, gula tebu, keripik talas, dan batik tangan Tabek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang digital printing dari 29% menjadi 95%, serta 94% peserta menyatakan minat tinggi untuk mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh. Mayoritas peserta menilai kualitas materi dan kompetensi instruktur dalam kategori baik hingga sangat baik. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kreativitas dan keterampilan kelompok ekonomi kreatif KBA Tabek dalam mendesain kemasan produk secara mandiri, sehingga produk olahan lokal memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.