Abstract
Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar merupakan kompetensi fundamental yang harus dikuasai oleh setiap muslim. Namun demikian, permasalahan rendahnya penguasaan ilmu tajwid masih menjadi tantangan signifikan di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam majelis taklim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran ilmu tajwid praktis yang dirancang khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran bagi ibu-ibu pengajian di Majelis Taklim Ar Rahmah, Jakarta Pusat. Metode penelitian mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang terdiri dari lima tahapan sistematis. Subjek pengabdian melibatkan 30 anggota majelis taklim dengan rentang usia 35-60 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh validasi sangat baik dari ahli materi (88%) dan ahli media pembelajaran (86%), serta mendapat respons positif dari peserta (92%). Peningkatan signifikan terlihat pada aspek pemahaman kaidah tajwid (45%), kemampuan praktik membaca Al-Qur'an (52%), dan tingkat kepercayaan diri (48%). Program ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an masyarakat melalui pendekatan pembelajaran orang dewasa yang mengakomodasi karakteristik, kebutuhan, dan pengalaman pembelajar.
Keywords
Pengembangan Modul, Ilmu Tajwid, Majelis Taklim, Model ADDIE, Pembelajaran Andragogy