Abstract


Rendahnya literasi keuangan dan pemahaman perpajakan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Kondisi ini berdampak pada pengelolaan keuangan yang tidak sistematis, kesulitan mengakses pembiayaan, serta rendahnya kepatuhan pajak sehingga membatasi peluang usaha dan dukungan pemerintah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan laba rugi, serta pemahaman kewajiban perpajakan termasuk pendaftaran NPWP, pengisian SPT, dan pemanfaatan insentif pajak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif, praktik, dan pendampingan, dengan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pelatihan, tercermin dari perbedaan skor pretest–posttest serta kemampuan peserta dalam menerapkan pencatatan keuangan dan administrasi perpajakan pada usahanya masing-masing. Program ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme dan daya saing UMKM serta menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain.


Keywords


literasi keuangan, literasi perpajakan, UMKM