Abstract


Petani di Nagari Muaro Sei Lolo Kecamatan Mapattunggal Selatan Kabupaten Pasaman banyak yang menfokuskan usaha mereka pada budidaya gambir, namun komoditas gambir mudah mengalami fluktuasi harga sehingga belum mampu memberikan kesejahteraan bagi petani. Petani memerlukan budidaya tanaman lainnya selain budidaya gambir agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih baik bahkan dapat mendorong bagi anak-anak petani dalam menunjang pendidikannya. Petani di Nagari Muaro Sei Lolo telah lama melakukan budidayakan kopi dan cokelat. Namun, Budidaya kopi dan coklat yang dilakukan oleh petani masih bersifat tradisional. Petani saat inipun mengalami kendala dalam melakukan budidaya coklat karena terdapatnya hama yang tidak bisa ditemui solusinya. Khususnya selama  pandemi virus Covid-19 permintaan barang nonpangan di pasar dosmetik dan global mengalami penurunan. Setelah pandemic, kebutuhan akan makanan dan minuman seperti kopi dapat menjanjikan sebuah bisnis yang potensial untuk dalam pengembangan masyarakat. Budidaya kopi selama ini masih dilakukan oleh masyarakat dengan sistem “ASALAN”. Pada sistem asalan ini, petani hanya bisa melakukan panen sekali dalam satu tahun. Pola panen yang dilakukan dengan sistem asalan ini juga membawa banyak kerugian diantaranya panen yang menyebabkan habisnya semua buah kopi baik yang berwarna merah, kuning, hijau bahkan bunga kopipun gugur sehingga menyebabkan tempat tumbuhnya bunga kopi menjadi hilang. Sistem panen asalan ini hanya menghasilkan 50% kopi yang berkualitas bagus dan 50% berkualitas buruk.  Sistem budidaya dan pengolahan kopi yang dilakukan tanpa melakukan seleksi terhadap kualitas kopi sehingga ketika kopi dijual dengan harga yang rendah. Harga jual yang diperoleh hanya Rp 20.000 perkilogram. Petani tidak bisa menggantungkan penghasilan mereka dari budidaya kopi tersebut. Kondisi ini menjadi dasar keprihatinan tim pengabdian untuk melakukan pengabdian dengan memberikan adopsi teknologi kepada petani melalui pengolahan kopi pasca panen agar meningkatkan harga jual kopi menjadi lebih tinggi


Keywords


Pendampingan, Produk kopi, Pasca covid