Abstract


Ketiadaan inovasi di dalam pengembangan kepariwisataan, khususnya untuk teknologi dan rekayasa daya tarik kunjungan telah membuat profil dan karakteristik usaha industri pariwisata ini, termasuk di Sumatera Barat masih mengalami stagnasi dan hambatan kemajuan. Keberadaan potensi sumberdaya wisata alam pantai yang ada, perlu diberi suatu daya tarik tersendiri agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan, di antaranya mengembangkan konsep pariwisata terpadu pendidikan dengan membangun suatu daya tarik buatan yang dapat memberikan makna tujuan ganda “berwisata dan belajar” pada daerah tujuan wisata (DTW) yang ada. Mendirikan suatu taman tekno kincir angin (windmill techno park) sebagai suguhan bentuk wisata terpadu pendidikan (vokasi & teknologi) khususnya bagi kalangan siswa/mahasiswa adalah sebuah jawaban, yang perlu pula diberikan suatu imbuhan dekoratif keindahan taman melalui pembangunan prasarana dan sarana fisis pendukung dan peran serta masyarakat sekitar obyek wisata yang bersifat mengoptimalkan tampilan daya tarik dan kepuasan bagi pengunjung. Pada gilirannya hal ini akan menimbulkan motivasi kedatangan & membawa pada peningkatan jumlah kunjungan sekaligus memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) segi pendapatan dan/atau tenaga kerja terhadap masyarakat di sekitar lokasi wisata, khususnya di negari Pantai Panjang Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman